Subrosa Poems's Blog
Sub Rosa Poems: October 2006

Tuesday, October 31, 2006

Komentar pembaca Sub Rosa Poems

Gratiagusti Chananya Rompas (komunitas Bunga Matahari) :

Tiara membangun bait-baitnya dengan diksi yang begitu pribadi sehingga membaca kumpulan puisi ini membuat saya merasa seperti sedang mengintip catatan rahasia orang lain. Lewat penggunaan imaji yang mudah dicerna tanpa menjadi klise, Tiara mengajak kita untuk mengunjungi perasaan yang pernah singgah di hati. Mengingat kembali gejolak yang pernah membuatnya berdenyut juga meradang. Membuka kenangan bahkan luka lama. Oleh karena itu, saya jadi curiga, bukannya sedang berbicara tentang emosi-emosinya sendiri, Tiara justru ingin membongkar rahasia kita. Tidak perlu merasa kecolongan karena menurut saya, inilah salah satu keajaiban puisi. Ia mampu menggelar perbincangan tentang hal-hal yang paling intim tanpa harus mengundang ketidaknyamanan, dan inilah yang terjadi dalam puisi-puisi Tiara. Ya, Sub Rosa membebaskan rahasia tetapi tetap menjaga pintumu terkunci.

Peggy Melati Sukma :

Tak perlu menunggu lama..22 menit sudah berlalu. Penghujung buku ujung kukuku...ahh, mengapa waktu begitu pesat bergerak? Ku sesali 22 menit itu. Ku sesali karena sedang kurasakan indah..sedangku termangu seperti menatap Firdaus yang berpelangi, kadang menimbulkan kejut yang asyik..kerjap tak percaya..walau juga kerut tak sefaham dan beberapa tak membongkar rasaku...ujung kuku membuka lembar terakhirmu.

WHATTTT? 23 THN HIDUPMU DI BUMI? Dan indahmu telah menantang, memaksa untuk meresap, menjalar, menggetar, melegakan sukma? Duhai, Sang Indah ciptaan indah pencipta yang indah...semaikan terus kepedihan menjadi indah, kegalauan menjadi kesan, kebimbangan menjadi pesan dan kemenangan menjadi rendah hati..krn kau adalah INDAH dan SEJUK yang telah lama dinanti BUMI..maka berdirilah di atasnya dengan KOKOH tanpa kehilangan GEMULAI mu. Wahai Bumiiiiii...SELAMAT ATAS PEROLEHAN KELAHIRAN YANG INDAH INI...

Ingrid Widjanarko :

Menulis adalah terapi jiwa, keseimbangan emosional dan rasio. Walaupun Tiara menunjukkan sikap hati-hati di dalam perjalanan hidupnya, namun yang terbias di balik lirik-liriknya, tetap dapat ia sampaikan dalam tutur yang indah dan puitis. Setiap generasi melahirkan expansi gaya tata bahasa, maupun gaya metafora. Tiara adalah salah seorang wakil generasinya, yang kadang dapat memberi inspirasi bagi, generasi sebelum atau sesudahnya.

Ketika seseorang sudah berani menulis, dan sudah berani membagi tulisannya, maka akan terasahlah isi benak yang masih bertumpuk. Hingga menulis jadi sebuah keindahan, yang tak kan pernah berhenti. Terus berkarya!


Jajang C. Noer :

Katanya seorang romantis tidak realistis dan seorang realistis tidak mungkin bisa romantis. Tapi Tiara menjumpalitkan pendapat itu. Puisi-puisinya realistis romantis, dan menginspirasi kita untuk merasakan sesuatu yang lain di baliknya. Kesedihan tidak jadi duka, kebencian dia jadikan sebuah lelucon, tapi bisa kita rasakan keresahannya.

Catatan : saya pernah dua kali membacanya (puisi milik Tiara) di depan temu nasional aktivis perempuan Indonesia.

Sunday, October 29, 2006



This 1st week winner....!!

CONGRATULATION to Devii, she won Sub Rosa Poems book for this 1st week...!! Wanna get this lucky chance? Check out this info...


Akhir tahun selalu membawa atmosfer kegembiraan yang lebih dari biasanya. Lebaran, Natal dan Tahun Baru…mungkin tidak akan lengkap tanpa sebuah hadiah! Jadi segera ikuti ketentuan berikut ini untuk memenangkan buku Sub Rosa Poems dan 5 buaht-shirt dari Inksomnia! Ada dua kategori....

Untuk kategori pertama cukup addsubrosa_poems@yahoo.com untuk langsung diundi tiap minggunya dan menjadi pemenang buku Sub Rosa Poems. Tentunya ini untuk mereka yang belum menjadi teman Sub Rosa di friendster. (Jangan lupa kirim message dengan format REG-nama-no telpon).

Untuk kategori kedua, berikan testimonial setelah membaca buku Sub Rosa Poems (termasuk cuplikan puisi yang paling kamu suka) dan add inksomnia@gmail.com untuk meraih kesempatan menjadi pemenang buku Sub Rosa Poems sekaligus LIMITED T-Shirt dari Inksomnia Streetwear! (Kirim message dengan format TESTI-nama-no telpon)

Good luck guys! Don’t forget to spread this marvelous news to everybody! DEADLINE November 26th 2006...

Wednesday, October 25, 2006

What is SUB ROSA means?

Sub Rosa mempunyai arti di bawah bunga mawar.

Sebuah pembicaraan adalah rahasia bila digantungkan bunga mawar pada pintu ruang pertemuan. Sama halnya dengan corat-coret rasa di dalam buku ini, sebelum semuanya berlalu.

Penemuan rasa, penjajakan, rindu, klimaks, ingkar dan ikhlas. Keenam frame yang ada diantara puisi menggambarkan pembabakan dalam kisah cinta. Susunannya sedikit janggal, karena diakhiri dengan ikhlas. Hanya ingin menyadarkan, tak semua cinta berakhir bahagia. Berakhirnya kisah cinta pun, tak mengubah kenyataan bahwa kita (pernah) bahagia.

Inilah rangkaian kata menjadi kalimat,
saat rasa menguasai layaknya codein,
dan tak ada lagi yang perlu disembunyikan...

Dirasakan, ditulis, dimimpikan,
hanya oleh seorang perempuan biasa,
yang kebetulan bernama Aurelia Tiara.

Saturday, October 21, 2006

Curious to know what's inside? I'll give you clue.
Here's some of SUB ROSA poems...


Wrananipun

Alasanku hari ini adalah enggan.
Tatap muka sungguh berat,
bahkan lebih dari sekarung bara.

Rupanya kita terserok,
lalu ramai-ramai masuk kotak.
Keluar saat malam tiba,
dan kelir terpasang rapih,
dengan berpuluh mata siaga.

Dari dulu sudah begitu,
kita hanya lakon belaka.
Iku ularana den kepanggih,
tahukah apa yang kau cari?



Anak Harapanku

Hari ini tanaya mati,
melompat keluar dari rahim,
dengan jantung tak berdenyut.

Bilik harapan penuh sesak,
nafas tak lagi leluasa,
Begitu banyaknya asa,
dan sedikitnya oksigen.



Lafal Lidahmu

Gilang gemilang,
dengan wangi cendana.
Nestapa dalam balutan sutera.

Pengarang bunga kata,
karamkan jantung hati.